Tampilkan postingan dengan label PKn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKn. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juni 2010

Remedial PKn

Tugas Remedial PKn kelas X Sem 2

    Dikumpulkan paling lambat hari Jum'at Tgl 25 Juni'10 pkl 13.00. Tugas cari 5 artikel ttg contoh lembaga kelompok penekan (*penjelasan di LKS Bab Sispolin).
  1. Pilih salah satu dari artikel,lembaga kelompok penekan mana yg menurut kamu berdampak negatif thd Indonesia.
  2. Kemudian analisis mengapa kamu memilih contoh lembaga kelompok penekan tsb.
  3. Apa yang menjadi dampak negatif lembaga kelompok penekan tsb thd Indonesia.

.:Analisis ditulis di kertas polio bergaris sebanyak 1 halaman kertas polio.

.:Kumpulkan dengan kelima artikel yang kalian cari dan serahkan kepada KM masing" kls.

.:Tdk menerima tawar menawar, protes, telat mengumpulkan, lupa,ketinggalan, dan alibi lainnya.

Siswa yang belum menyerahkan tugas remedial :

X PK1 : Sena

X PK2 : Elsa

X PK 3 : Irwan

X TI1 : Jajang, Tendi, Gilang, Oki

X TI 2 : Ginanjar, Ivan, Rosandi, Sandi, Subihi

 

 Tugas Remedial PKn Sem 1
Siswa" yg belum menyerahkan remedial PKn kls X semester 1. Kumpulkan Kamis tgl 24 Juni 2010 pkl. 13.00
X PK1 : Andriana, Sena
X PK2 : Andila, Yuni Rahmawati
X TI1 : Gilang, Oki, Rizal
X TI2 : Firmansyah, Ginanjar, Oki, Rosandi, Rudi, Subihi, Unang, 

.: Tugas mencari artikel tentang "Pelanggaran HAM pada saat Tragedi kerusuhan 13 Mei 1998"
atau klik link ini http://imemiror.blogspot.com/2010/05/kerusuhan-mei-1998.html
.: Analisis artikel tersebut tulis di kertas polio bergaris sebanyak satu halaman polio
.: kumpulkan dengan artikelnya dengan rapi

Kamis, 13 Mei 2010

Kerusuhan Mei 1998


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

       Saya teringat 12 tahun lalu merupakan sejarah yang tidak akan pernah terhapuskan di benak rakyat Indonesia, begitupun di benak saya......this story....           
       Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei - 15 Mei 1998, khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.
     Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1]. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Bandung, dan Surakarta. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Tak hanya itu, seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan, bernama Ita Martadinata Haryono, yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun, juga diperkosa, disiksa, dan dibunuh karena aktivitasnya. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis, tak hanya sporadis.
Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi.
          Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut.
          Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa.
           Dengan kejadian tersebut dibuat sebuah film yang mengangkat kembali tragedi di bulan Mei 12 tahun yang lalu. Saya juga sempat menonton film ini, film yang berjudul "May" yang memang beda dari film yang sedang "in" pada saat itu. Dua jempol buat film ini benar-benar bisa membuat saya berad dalam alur cerita film tersebut. Dibawah ini saya memberikan sedikit resensi dari film ini.

 "May", Mengangkat Kembali Tragedi Mei 1998
            Bulan Mei sepuluh tahun silam, Indonesia mengalami peristiwa kelam yang penuh pergejolakan di bidang ekonomi, serta politik. Dan di bidang sosial, terjadi pen-deskridit-an kepada salah satu etnis tertentu.
Dengan mengambil latar dari kejadian tersebut, Flix Pictures yang sebelumnya pernah membuat film Dealova coba menampilkan sebuah film kemanusiaan yang dibalut dalam cinta dan sejarah, bertajuk May. Ditemui dalam jumpa pers film tersebut pada Senin (22/4) malam di sebuah rumah makan di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Viva Westi selaku sutradara dalam film ini mengaku cukup kesulitan dalam mencari sudut pandang dari kerusuhan itu.
           ”Tidak mudah mengambil sudut pandang dari cerita yang tidak menyenangkan,” jelas Westi. Ditambahkan oleh Westi, kesulitan yang ia hadapi tidak hanya pada penyusunan cerita yang tidak menyinggung perasaan kelompok orang tertentu, tetapi juga dalam pencarian lokasi. “Jakarta sudah berubah selama 10 tahun terakhir ini, itu sebabnya mengapa kita memilih kota Semarang sebagai pengganti lokasi yang harusnya di Jakarta,” ujar Westi yang mengaku memboyong bajaj serta segala yang berbau Jakarta ke Semarang. “Menjadikan Semarang menjadi Jakarta,” tambahnya.
           Film May sendiri bercerita mengenai sepasang kekasih Antares (Yama Carlos) dan May (Jenny Chang) yang berbeda suku, namun harus terpisah karena peristiwa yang terjadi di bulan Mei ’98. Saat itu, di tengah pergolakan yang begitu tinggi, sekelompok orang menculik May dan memperkosanya, sedangkan Antares yang tidak menjemputnya saat itu, tengah disibukkan dengan perannya sebagai seorang pembuat film dokumenter di tengah momen bersejarah itu.
          Tidak hanya terpisah dengan Antares, namun May juga harus terpisah dengan sang Bunda yang juga mengungsi dari rumahnya di tengah pusat kerusuhan ke sebuah hotel. Di dalam pengungsiannya, Mama May (Tuti Kirana) menukarkan sertifikat rumahnya dengan selembar tiket pesawat ke Malaysia kepada seorang pekerja Laundy rendahan bernama Gandang (Lukman Sardi).
         Namun 10 tahun kemudian, semua kejadian masa lampau kembali menyeruak di benak mereka, setelah Antares yang mencari keberadaan May dan menemukannya di Malaysia dengan keadaan telah memiliki seorang anak dari Jurnalis asing yang menyelamatkan May di hari yang naas itu. Akankah pertemuan mereka dapat mengobati semua yang terkoak di masa lalu dan saat ini. 

Selasa, 11 Mei 2010

Perilaku Siswa Dulu dan Sekarang

            Disela-sela mengajar, saya teringat perkataan teman-teman  guru, terutama teman-teman guru yang sudah sepuh, ya.. mungkin usia 50 tahun keatas, ketika berbincang-bincang santai setelah mengajar sambil menunggu pelajaran berikutnya. diantaranya beliau-beliau membandingkan perilaku murid-muridnya dulu dan sekarang.
              Pengertian siswa dulu saya perjelas lagi mungkin di era 90 ke bawah dan siswa sekarang mulai akhir 90 an sampai sekarang. siswa yang dibahas adalah mulai siswa SD sampai SMA. Bagaimana perbandingannya, yang rata-rata guru dalam perbincangan tersebut menyetujuinya, selanjutnya anda boleh setuju atau boleh tidak, inikan opini saya. he…he…

           Siswa Dulu :
  • Lebih patuh dan hormat kepada guru, bahkan ketika berjalan dan berbicara senantiasa menjaga kesopanannya. 
  • Ketika diberitahu/dinasehati mendengarkannya dengan seksama. 
  • Lebih perhatian kepada guru, jika ada guru yang sakit, langsung berduyun-duyun ke rumah, walau jaraknya jauh, terkadang sampai urunan/iuran untuk membeli oleh-oleh.
  • Ketika diperintah guru langsung mendengarkan dan bahkan malu kalau ke sekolah sebelum mengerjakan tugas tersebut.
  • Siswa dulu menganggap guru adalah orang tua sehingga sangat menghormatinya, meskipun guru itu kadang keras.Mengganggap hukuman adalah pelajaran dan konsekwensi dari sebuah kesalahan.
          Siswa Sekarang :
  • kurang menghormati guru bahkan cenderung berani
  • Ketika diberitahu/dinasehati tidak langsung mendengar bahkan kadang membantah
  • Kurang perhatian kepada guru, bahkan lebih senang kalau gurunya tidak hadir.
  • Ketika diperintahkan guru untuk mengerjakan tugas, menggerutu, kalau SD ia meminta tolong kepada orang tua/guru kelasnya
  • Tidak malu kalau belum mengerjakan tugas
  • Kalau dihukum/diberitahu  malah menantang, bahkan tidak jarang jika dihukum malah senang.
  • Menganggap guru sebagai teman, bukan orang tua. bahkan tak jarang ada yang panggil bukan sebagai pak guru misalnya dibeberapa sekolah SMA memanggil dengan gurauan 
           Hal-hal yang mempengaruhi siswa sekarang :
  • Karena arus informasi dan teknologi, sehingga mempengaruhi pemikiran para siswa
  • Karena keikhlasan guru mulai luntur, guru sekarang seperti jualan ada uang ada barang, coba kita perhatikan guru dulu diberi berapapun ia tetap ikhlas. hal ini mempengaruhi martabat dan kehormatan guru.
  • Guru lebih takut pada orang tua, terutama pada sekolah-sekolah yang berbiaya mahal, karena disana aka murid adalah nasabah, sebagaimana nasabah dalam Bank, yang harus dihormati dan dilayani
  • Kurangnya sifat keteladanan pada guru, murid dilarang merokok, guru merokok, murid dilarang mencontek, guru malah memberitahu dll.
  • Guru takut pada hukum dan peraturan secara berlebihan, sehingga cenderung membiarkan saja ketika siswanya kurang benar. bahkan kadang guru merasa bingung untuk berbuat ketika salah satu siswanya berulangkali melanggar.

               

      Sabtu, 08 Mei 2010

      Mengenal Metode Belajar E-Learning

                Teknologi megalami kemajuan pesat di segala bidang termasuk di bidang pendidikan. Untuk itu metode pendidikan lama atau konvensional menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Maka dari itu metode e-learning menjadi solusinya. Apa sebenarnya e-learning itu? dan bagaimana penerapannya dalam dunia pendidikan?.
                Secara definisi E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda [Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia].
      Dapat disimpulkan bahwa E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam prose belajar mengajar. Jadi teknologi informasi berperan besar di sini.
      Sejarah E-learning
                E-learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illionis di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruktion) dan komputer bernama PLATO. Sejak saat itu, perkembangan e-learning berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Berikut perkembangan e-learning dari masa ke masa :
      * Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan Audio) DALAM FORMAT
      mov, mpeg-1, atau avi.
      * Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara masal.
      * Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
      * Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar dan berukuran kecil.
      Untuk menyampaikan pembelajaran nya, e-learning tidak harus selalu menggunakan internet. Banyak media -media lain yang dapat digunakan selain internet. Seperti intranet, cd, dvd, mp3, PDA dan lain-lain.. Penggunaan teknologi internet pada e-learning umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learning sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah.
                Keuntungan lain belajar dengan metode e-learning seperti menghemat waktu , mengenhemat biaya perjalanan, menghemat biaya pendidikan, menjangkau wilayah geograis yang luas dan melatih kemandirian para pelajar dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.semoga metode pembelajaran ini menjadi solusi pendidikan di indonesia.
      Sumber :teledoredu.com dan edufiesta