Jumat, 07 Mei 2010

Rahasia umur sapi, monyet, anjing dan manusia

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.
Tuhan berkata kepada sang sapi
Hari ini kuciptakan kau Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput.
Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari.
Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun. Sang Sapi keberatan
Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah
buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun . Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.

Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!
Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?
10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing.

Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu.
Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan
hidupmu
selama 20 tahun Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari
selama
20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu". Maka setujulah
Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia.

Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang.
Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur
sepanjang 25 tahun! Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan
selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan.

Let's make a deal.

Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10
tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah
semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75
tahun.
Setuju ?" Maka setujulah Tuhan.

AKIBATNYA.................
.............

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan

kita makan,tidur dan bersenang-senang

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi

kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan

berperan sebagai monyet yang menghibur

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan

menggonggong kepada orang yang lewat Uhuk, uhuk (batuk)... Eh, Ntong,
mo kemane lo?

LOVE AND MARRIAGE

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta?
Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan
sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali,
kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan
ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu
telah menemukan cinta"


Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali
dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun
ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan
saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)"
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan,
tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat
kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari
bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak
sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun
pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa
itu perkawinan?

Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu
hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika
kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya
kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali
dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang
segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu
biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang
seperti itu?"

Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku
sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan,
ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi
dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah
buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan
membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan
untuk mendapatkannya"

Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"



CATATAN - KECIL :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan
keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan
keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat
adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan
tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak
dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

__________________________

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses
mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik
diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan
untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau
dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan
perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa
adanya.